Mimpi

1141 Kata

       “Apa yang paling kamu takutkan?” tanya El pada Camilla.      “Aku paling takut kehilangan seseorang, El. Dan seseorang itu—kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu.” Camilla berkata dengan wajah memerah. Matanya basah.      “Ya, aku juga, Sayang.” El memeluk Camilla dari belakang. “Aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku akan menikahimu secepatnya. Aku tidak ingin ada pria manapun yang mendekatimu.”      “El...”      “Ya.”       “Bolehkah aku selalu menghubungimu setiap hari, El?”      “Ya, tentu, Sayang.” El membelai lembut telinga Camilla dengan lidahnya.       Camilla meraih wajah El. Membelai sebelah pipinya dan tersenyum. “Berjanjilah untuk segera menikahiku.”      El mengangguk. “Aku janji.”      El terbangun dari mimpi manisnya saat masih bersama Camilla dulu. Bagaimana bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN