Charlotte mengetuk pintu kamar Austin. Dia membawa nampan berisi teh dan roti selai apel sebagai tanda terima kasihnya karena sudah membantu mencari box di dalam gudang yang dipenuhi oleh tikus-tikus, kecoa dan berbagai serangga lainnya. Austin membuka pintu saat masih hanya mengenakan handuk yang menyelimuti bagian bawahnya. Dia mengira Bibi Ann yang mengetuk pintu. “Charlotte...” “Ma’af,” Charlotte mengalihkan tatapannya ke bawah samping kiri yang membuatnya terlihat aneh saat berbicara dengan Austin. “Aku ingin memberikanmu teh dan roti selai apel sebagai ucapan terima kasihku.” “Oh ya, terima kasih. Tapi, kamu bisa meletakannya di meja makan. Aku akan segera ke sana.” Charlotte mengangguk dan segera melesat pergi. Aust

