14

1180 Kata

Malam harinya, Saska memilih berada di kamarnya. Dia tidak mau keluar kamar, bahkan tidak nafsu untuk makan. Beberapa kali mama maupun kakaknya sudah memanggil dirinya untuk makan malam, namun gadis itu tetap acuh dan memilih mengurung diri di kamarnya. Saska berulang kali membuka ponselnya namun tidak ada satupun chat dari Dafa, apa lelaki itu sangat marah sampai dia tidak mau membalas chat yang telah dikirimkan oleh Saska. Pintu kamar terbuka, bukan mama ataupun papanya yang datang melainkan Sergio. Lelaki itu memakai kaus putih dan celana hitam. Saska hanya meliriknya sebentar kemudian gadis itu sibuk kembali memandangi ponselnya. "Betah amat natap ponselnya, sampai lupa makan," ujar Sergio yang sekarang berdiri di samping ranjang Saska. Saska tak mengubrisnya. Saska tidak mau memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN