BAB 5 DAMI MALANG
Dami bangun sendiri pagi ini yang cukup siang untuk ia pergi sekolah, dia tidak mendengar Alisyah membangunkan Dami. Tumben sekali ibunya itu, Dami mencari ibunya dikamar dan didapur. Tapi tetap tidak ada.
Dami pun keluar menanyakan kepada tetangga barang kali ada yang melihat ibunya, salah satu tetangganya memberikan post it dari Alisyah katanya. Dami membaca dan betapa kagetnya dami dengan itu.
'Iyan, sayang! Maafkan ibu! Ibu harus pergi untuk beberapa waktu, ibu sudah minta kesekolah kamu buat keluarin kamu dari sekolah. Maafin Ibu yah sayang, harus keluarkan kamu dulu dari sekolah! Semua ini buat Iyan.
Ibu bener-bener minta maaf, untuk keperluan kamu sekarang ibu sudah simpan uang di lemari Iyan yang paling bawah. Ibu minta tolong sama Iyan untuk tidak benci sama ibu yah, nak! Ibu sayang sekali sama Iyan, sekali lagi semua ini buat kebaikan Iyan.
Jangan murung ya Iyannya ibu! Tetap jadi Iyan yang ceria ya nak. Ibu sangat sayang sama Iyan, sampai jumpa sayang. Ibu minta maaf sekali ya, nak! Ibu pergi untuk sementara waktu saja, tolong Dami tunggu ibu sebentar≧﹏≦! '
Ibunya meninggalkan Dami ntah kemana, sekarang dipikirannya hanya kesendirian sekarang.
Dami masih shock dengan air mata yang tidak keluar. Rasanya hampa sekali tidak akan ada yang memanjakannya untuk beberapa waktu ini.
Masih shock, Dami pun menyimpan post it disaku piyama bt21 nya. Memutuskan untuk ke taman kota untuk merefresh dirinya dan mencari sarapan.
Sesampainya ditaman Dami tak langsung membeli makanan, melaikan melamun. Merenung memikirkan kedepannya akan seperti apa, Dami pun tak tahu.
Dikejauhan sana ada Aksa dan Raka berjalan santai, tak sengaja melihat Dami. Aksa menghampiri Dami, setelah diperhatikan Dami agaknya tempat murung dan sedih.
Aksa duduk disebelah Dami, Dami yang mendengar ngeongan Raka menoleh Kesebelahnya. Ternyata ada Aksa dengan raut khawatirnya.
"Ah~ mas Aksa~huwa~mas Aksa~! " Tiba-tiba saja Dami langsung menangis, dan segera memeluk Aksa.
"Eh eh kenapa cil? " Khawatir Aksa membalas pelukan Dami, meminggirkan Raka biar gak kepenyet.
"Mas Aksa heuheu~ ibu Iyan nya pergi gatau kemana~hiks hiks, Iyan jadi sendirian. Mau ibu~mau ibu Iyan pulang huwa~! " Adu Dami pada Aksa.
Aksa memperhatikan penampilan Dami, nih anak belum bangun tidur kali. Muka kucel, gak pakek sendal, pakek piyama, rambut kuncir tapi masih acakadeul. Aksa memutuskan untuk mengajak Dami ke rumahnya saja.
Diperjalanan Dami masih saja menangis, Aksa jadi tidak tega. Dengan keberanian Aksa, Aksa mengambil Dami untuk didudukkan dipangkuannya sambil menyetir. Aksa rasa dibawah sana langsung menegang kalau Dami duduk dipangkuannya. Tahan Aksa tau sikon! Raka dibiarkan diatas dashboard.
Langsung memarkirkan mobilnya didepan teras, Aksa langsung mengeluarkan Raka duluan baru dia gendong dami yang tertidur. Aksa menidurkan dami di kasurnya, tapi Dami enggan melepaskan Aksa.
Berakhir lah dengan Aksa yang ikut membaringkan dirinya, menarik tubuh Dami kepelukan hangatnya. Mengikuti sertakan tidur.
Di malam hari, dimeja makan. Wijaya dan Maria sedang makan malam, namun anaknya juga belum keluar dari kamarnya. Membuat Maria ingin memanggil Aksa, tumben sekali Aksa belum kemari juga.
Mengetik pintu tanpa ada jawaban, Maria memutuskan untuk langsung masuk saja. Dan lihatlah, anaknya sedang tidur dengan manis dengan seorang gadis yang dia yakini adalah DAMINYA yang menggemaskan itu.
Yasudahlah, Maria keluar saja dan makan malam berdua dengan Wijaya. Wijaya yang melihat istrinya balik ke ruang makan smuanya sendiri bertanya dimana anaknya.
"Lagi tidur sama Dami, pah. Biarin aja! Mereka kelihatan cocok banget ya pah? Mamih jadi mau Dami jadi mantunya mamih. Papa mau kan? Mau dong? Heheh euh gemas akutuh sama Dami. " Cerocos Maria
"Iya mih, apapun buat Mami cantiknya Aksa. Sekarang makan dulu, aku mau lauk kamu yah. Pakek bumbu hot, spicy, and sexy! " Pinta Wijaya dengan kedipan mautnya
Maria memeluk suaminya manja, bisa saja nih bangkotan ngegoda.