BAB 4 RUMAH AKSA B

556 Kata
Pagi hari menjelang, sepasang manusia masih tertidur dengan saling berpelukan. Terlihat manis dengan posisi Dami yang mendusel ke d**a AKSA dan Aksa yang merasa nyaman memeluk cecunguk atu nih. Tidak lama kemudian, Aksa mulai membuka matanya yang langsung tertuju pada Dami. Dami terlihat sangat manis dan polos, gemas sekali. "Kok gue jadi deg-degan sih cil liat lo lagi tidur? Heran gue." Dengan sengaja tambah menarik Dami untuk semakin rapat kepelukannya. Aksa menempelkan pipinya ke kepala Dami, Dami sedikit menggeliat dan menjadikan Aksa seperti guling. Membuat Aksa terkekeh kecil dan yah sedikit modus seperti tangganya yang mengelus paha Dami yang hanya pakai dalaman saja. But is make Dami lebih nyaman dalam tidurnya. Emang rubah si Aksa ye! Kembali memejamkan mata, Aksa mau tidur aja mumpung masih lama buat anterin Dami pulang. Tenang gaes, pintu nya kan udah Aksa kunci. Siang hari menunjukkan jam 1, Dami mengerjapkan matanya. Melihat sekeliling sadar ini kamar Aksa, karena Aksa memeluk Dami erat. "Mas Aksa~" Panggil Dami pelan "Mas Aksa ayo bangun, harus iyam yuk! Dami bau mulutnya"ajaknya dengan suara serak khas bangun tidur, Toel-toel kuping nya Aksa. " Apaan sih cil" Aksa terbangun mendengar suara Dami yang grrrr ah "Let's take bath! " Ngajak mandi tapi malah makin meuk Aksa Aksa yang diperlakukan seperti ini sedikit melotot karna d**a mereka bersentuhan. "Yah ayo-ayo bangun dong! " Suruh Aksa "Iya mas Aksa, bangun nih. Mas Aksa nya juga bangun dong! " Ajak Dami Mereka mandi dikamar mandi berbeda seperti semalam, lalu Aksa mengajak Dami untuk turun ke ruang makan sebab mereka belum sarapan. Melihat sisi ruangan ini Dami tidak melihat orang tua Aksa, seakan Aksa tau apa yang dipikirkan Dami. "Bonyok kerja, yok jalan sekalian anterin lo pulang! " Dami menggeleng pelan "Moh mas Aksa, Dami mau dikamar aja sama mas Aksa gak mau jalan! Mas Aksa ganteng. " Tolak sekaligus puji Dami dengan mulut monyong kek bebek nyosorin selokan hahahah "Sa ae lo, bulu idung! " Olok Aksa Mereka terkekeh riang bersama Dami menarik Aksa dengan semangat, berasa uwu. Unhappy Without Upil wkwkwkwkwk Sesampainya dikamar Aksa, Dami langsung nemplok aja dipelukan Aksa. Aksa yang menerima pelukan itu tertawa girang. Gemes banget hih. "Kenapa loh suka banget nemplokin orang sih? Heran gue?" Gemas Aksa dengan mencubit pipi Dami gemas. "Dami kan suka sama yang ganteng-ganteng, berhubung mas Aksa cogan kenapa nggak dimanfaatin waktu nya selagi bareng? " Nak alai mulai gomblai "Gajelas lo! " Semprot Aksa mengacak rambut Dami gemas "Mas Aksa kelonin bentar ya, nanti bangunin kalo mau antarkan Dami mantok! " Pinta Dami Aksa hanya berdehem, dan segera ngelonin bocil unyu ini. Menatap Dami yang sudah terlelap, sungguh. Aksa mengakui kalau Dami itu cantik dan manis. Udahlah Aksa jadi ngantuk pokoknya. Jam setengah empat sore Aksa terbangun terlebih dahulu, membangunkan Dami dengan susah. Tak sabar Aksa menggendong Dami dan menuju ke mobil nya didepan rumah. Jam setengah lima barulah mereka sampai dirumahnya Dami, pintu rumah terbuka menandakan ibu Dami sudah pulang. Alisyah meminta Aksa untuk menempatkan Dami di kamarnya, mencium kening Dami dengan sengaja sebagai salam perpisahan untuk hari ini. Setelahnya pamit pada Alisyah, yang sedang masak makanan malam, Aksa yang ditawarin menolak dengan halus ajakan Alisyah karena mendadak ada tugas kuliah deadline lusa. Ternyata sesampainya Aksa dirumah tidak ada siapapun, ia memutuskan untuk Heum sekarang mau tak mau Aksa menyelesaikan tugasnya hingga larut dan tertidur di meja belajar nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN