Bab 20. Asisten Evies

2107 Kata

Dia ingin melepaskan tawa tapi tidak ingin Bianca malu. “Kamu tidak tahu kalau rapat itu di tunda?” Tanya Marco Bie pada Bianca. Bianca terdiam, tubuhnya tiba-tiba kaku. “Kapan pemberitahuannya?” “Noni yang memberi tahu, dan itu juga di sampaikan padamu. Apa kamu tidak memeriksa email masuk?” Bianca kaku bagai kayu, lalu untuk apa pengorbanan-nya tadi malam. Kepada siapa rasa malu ini dia tuntut, Bianca rasanya ingin pingsan saat ini juga. “Mandilah, sebentar lagi Mama, Elena dan papa pulang. Apa kamu ingin di tuduh merayu Presdir tampan?” bisik Marco Bie yang membuat Bianca ternganga. Bodohnya Bianca, kenapa dia bisa hilang kesadaran. Bianca tidak bisa berpikir, apa yang harus dia jelaskan pada Marco Bie. “Ada apa?” Tanya Marco Bie yang tepat berada di depan wajah Bianca. Bianca mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN