Keesokan harinya, setelah selesai makan mereka juga sudah sampai di Perusahaan, Bianca langsung menyiapkan makanan kecil. Pria itu tersenyum menatap sang pujaan hati. “Apa aku keren?” Tanya Marco Bie di telinga Bianca. Lalu pria itu mundur beberapa langkah agar Bianca dapat dengan jelas melihatnya. Dia menelan saliva sebelum beranjak ke meja. “Bianca kamu mau kemana? Bagaimana penampilanku saat ini?” Bianca tidak menjawab, dia langsung duduk di kursinya. Mengambil Ipad dan menunjukannya pada Marco Bie. “Jadi ini jadwal anda hari ini, Tuan!” Marco Bie menggigit bibirnya sambil menerima kertas itu. Tidak lama panggilan pun berbunyi. “ Tuan, ada panggilan dari Tuan Jeromi!” ucapnya. Marco Bie memberikan telinganya agar Bianca tetap memegang panggilan itu. “Hallo, selamat pagi Tuan!” dia me

