MEMORIES 5.5

1642 Kata
Udara siang hari tidak panas seperti biasanya, hari ini langit sedang berawan membuat udara terasa lebih sejuk dengan angin yang berhembus lembut. Dibawah gazebo para putri bangsawan telah duduk dan berkumpul menunggu putri Chiarina. Di meja di depan mereka telah tersedia peralatan untuk membuat teh, serbet dan beberapa kue lainnya serta hiasan bunga-bunga yang indah. Saat Chiarina datang, semua putri bangsawan yang telah datang dan duduk segeta berdiri dan menyambut kedatangan Chiarina. "Memberi salam kepada yang mulia putri Harriet Lopez." Chiarina mengangguk samar menerima salam para putri bangsawan yang datang ke jamuan minum tehnya. Para putri bangsawan kembali duduk di kursi mereka setelah Chiarina duduk di kursinya. Baru saja Chiarina duduk seorang putri bangsawan berambut ungu langsung mengajaknya bicara. Chiarina ingat nama putri bangsawan itu yang tidak lain adalah Madelyn Archer dari kediaman Count Archer. "Saya dengar putri memiliki seorang teman yang menarik. Saya sangat terkejut pada awalnya. Sayang sekali, saya kira saya bisa memiliki kesempatan mendapat kehormatan itu." kata putri Count Archer dengan terang-terangan. Saat itu Putri Count , Madelyn Archer sedang duduk tepat di samping kanan Chiarina, Chiarina terus menatap Madelyn yang sedang bicara. "Aku mengerti perasaanmu nona Archer, itu terjadi begitu saja dan aku senang bisa bertemu dengan teman pertamaku. Dia memiliki bakat yang sangat hebat, aku bangga padanya. Meskipun aku tahu dia akan menjadi pria yang hebat, tapi aku tidak menyangka jika dia jauh melebihi ekspektasi ku." "Maafkan saya atas kelancangan saya tuan putri Lopez, meskipun dia adalah anak laki-laki yang sangat berbakat, tapi tetap saja bukankah putri seharusnya berteman dengan orang yang pantas. Maksud saya, bukan hanya miskin dia bahkan tidak memiliki latar belakang yang jelas. Siapa yang tahu jika ternyata laki-laki itu adalah anak seorang pembu--" "Kamu sudah melewati batas nona Ruth Nelson. Kamu hanya anak seorang viscount, beraninya kamu menilai keputusan dan teman tuan putri. Memangnya apa bagusnya latar belakang jika tingkah laku nol besar. Aku masih tidak mengerti kenapa kamu bisa sangat percaya diri merendahkan teman putri padahal kamu tidak memiliki apapun untuk di banggakan selain statusmu itu. Tunggu, bahkan statusmu tidak membuktikan apapun." Oxley Anne, seorang nona dari kediaman Marquess tiba-tiba menyela ucapan Ruth Nelson. Chiarina melirik Oxley, putri dari kediaman Marquess Anne sekilas sebelum menatap lekat kepada Ruth. "Aku tidak melihat ada hal yang salah dengan temanku dan alasan mengapa aku tidak boleh berteman dengannya. Aku yakin rumor tentang betapa berbakatnya dia telah terdengar bahkan sampai ke kerajaan tetangga. Jadi, aku ingin kembali bertanya pada putri Viscount Nelson. Apa yang membuat mu berani berkata seperti itu mengenai temanku? Apa kamu sedang mencela ku?" "Tuan putri, nona viscount Nelson pasti hanya iri karena tidak bisa mendapatkan kehormatan itu. Tapi aku heran, bagaimana putri viscount Nelson bisa tidak tahu malu seperti ini? Bahkan meskipun tuan putri tidak memilih ksatria laki-laki itu, tuan putri tidak akan memilih dirinya." sahut Evelyn Martinez, dia adalah seorang putri duke Martinez yang sangat cantik dengan mata hijau dan rambut gelapnya. Tidak biasanya putri duke itu ikut berbincang apalagi memojokkan putri bangsawan lainnya, biasanya dia hanya diam menikmati acara teh dan mendengarkan para putri bangsawan lainnya bergosip. Putri duke Martinez selalu memperlihatkan karakternya yang elegan. Entah apa yang terjadi hari ini hingga merubah perilakunya. Namun karena itu, semuanya menjadi semakin heboh mereka semua segera memihak putri duke itu dan membenarkan ucapannya. Yah, bagaimanapun dia adalah putri duke yang berkuasa, pasti banyak para putri bangsawan yang menunggu-nunggu kesempatan untuk dekat dengannya. Karena putri duke yang jarang bicara dan ikut campur telah mengeluarkan suaranya, sebagai putri yang menghormati kediaman duke Martinez, salah satu keluarga yang telah berkontribusi besar pada kerajaan Centurra. Chiarina tidak memiliki pilihan selain memberi keputusannya untuk putri Viscount Anne, yang jelas itu bukanlah keputusan yang akan menyenangkan hati putri viscount Anne maupun kediaman Viscount Anne. Padahal Chiarina tidak ingin masalah ini berlanjut jauh karena dia baru saja bebas dari masa hukumannya dan jamuan tehnya sebelumnya juga berakhir cukup panas karena masalah putri Viscount Allen. Ngomong-ngomong soal putri Viscount Allen, Chiarina tidak lagi mengundangnya ke jamuan tehnya dan mungkin dia juga tidak akan mengundangnya ke jamuan apapun. Chiarina harus menyelamatkan wajahnya bukan? Bagaimana bisa dia mengundang seseorang yang sudah menghina dirinya. Tapi tampaknya keluarga Viscount Allen berwajah tebal karena Viscountess Allen menerima pekerjaan menjadi pembimbing putri bahkan dengan terang-terangan menunjukan niatnya untuk membuat putrinya berteman dengan putri meskipun mereka tahu apa yang putri Viscount Allen telah lakukan pada Chiarina. Yang mereka pikirkan hanyalah status dan pandangan publik tentang mereka. Mereka tidak peduli hal apa yang harus mereka lakukan demi mempertahankan hal itu. Memikirkannya saja sudah membuat Chiarina pusing. Chiarina menghela napasnya pelan. Dan sekarang dia harus mengambil keputusan yang memusingkan lagi. Dia lelah bermain dengan kata-kata. Kedua tangan putri Viscount Nelson telah terkepal dengan erat di pangkuannya meremas gaunnya yang indah yang nantinya akan meninggalkan bekas lecek disana. "Tidak tuan putri, itu tidak benar. Saya tidak mungkin berani mencela tuan putri. Saya akui saya memang sedikit iri dengan teman putri, tapi itu saja. Saya berkata seperti itu sebelumnya murni karena saya peduli dengan putri dan pandangan para putri bangsawan lain yang bergosip tentang keputusan putri yang dinilai cukup ceroboh." "Putri Viscount Nelson. sudah cukup, saya tidak ingin mendengar lebih banyak lagi dan berakhir seperti kejadian sebelumnya. Anda juga tidak ingin hal itu terjadi pada anda juga bukan?" Ucapan putri Chiarina mampu membuat Ruth Nelson terdiam. Diam-diam dia menggigit bibir bagian dalamnya dan mengepalkan tangannya dengan erat. Ruth sangat kesal dengan para putri bangsawan lain yang memojokkannya dan sang putri yang telah mempermalukannya. Tapi dia memilih untuk diam, dia tahu bahwa dia tidak bisa mengabaikan ancaman sang putri dan tidak akan ada hal baik yang terjadi jika dia berakhir di posisi yang sama dengan putri Viscount Allen. Bahkan keluarga mereka masih terguncang karena perilaku buruknya kemarin. "Saya meminta maaf atas kelancangan saya, tuan putri. Saya juga minta maaf karena saya, suasana perjamuan yang mulia yang berharga jadi berantakan. Saya sangat menyesalinya, saya tidak akan mengulangi kesalahan saya untuk kedua kalinya." "Percaya diri sekali. Siapa nona hingga bisa mengacaukan suasana perjamuan tuan putri? Kami tidak mungkin repot-repot memikirkan hal tidak berguna seperti itu." cetus Evelyn Martinez, putri duke Martinez yang membuat putri Viscount, Ruth Nelson bertambah malu. Siapapun pasti akan menilai jika Evelyn sangat tidak menyukai Ruth. Dan mereka menertawai Ruth karena nasib sialnya itu. Ruth Nelson telah menggali kuburannya sendiri. Wajah Ruth memerah, suara gertakan gigi terdengar dari mulutnya. Ia menundukkan kepalanya dalam. Chiarina menghela napasnya pelan, "Ulang tahun saya. Saya berpikir untuk merayakannya. Saya akan mengundang semua nona yang hadir hari ini. Mungkin undangannya akan datang besok hari. Saya harap para nona bisa menghadirinya. Saya ingin memperkenalkan teman saya di acara itu." Chiarina mengubah topik pembicaraan saat melihat putri viscount Nelson yang sudah sangat tersudut. Chiarina juga merasa itu sudah cukup, dia tidak ingin keadaan bertambah runyam lebih dari ini. Dengan putri duke Martinez yang ikut andil, Chiarina yakin keadaan akan berakhir sangat buruk jika dia tidak menghentikannya sekarang. "Tentu saja kami akan datang tuan putri, menghadiri pesta ulang tahun tuan putri adalah sebuah kehormatan untuk kami." Chiarina tersenyum tipis, ia meletakan kembali cangkirnya yang masih tersisa cukup banyak teh di dalamnya ke atas meja. "Aku senang mendengarnya nona Hall." kata Chiarina. wanita yang bicara sebelumnya adalah Cassia Hall dari kediaman count Hall, dia adalah seorang nona yang anggun dengan rambut hitam dan mata hijaunya. Selain anggun, Cassia Hall terkenal dengan 'mulutnya yang manis'. Yah, Chiarina penasaran, ia ingin melihat apakah rumor itu benar atau tidak. * * * "Chia, aku melihat kamu bersama dengan para gadis di taman tadi pagi. Siapa mereka?" Chiron bertanya di tengah kegiatan makan siang mereka bersama. Ini adalah makan siang pertama mereka bersama di meja makan, Chiron akan menjadi seorang bangsawan dan teman putri yang telah diakui oleh raja jadi wajar saja jika dia saat ini dan seterusnya akan terus makan bersama dengan Chiarina di meja makan. Tidak seperti sebelumnya, Chiron hanya diberi makan di kamar dan tidak ada makanan yang mewah. "Mereka adalah para nona bangsawan." Chiarina meletakan pisau dan garpu nya setelah menyelesaikan makan, kemudian mengambil sebuah kain untuk menyeka mulutnya. "Kenapa? Apa ada seseorang disana yang membuatmu tertarik?" Chiarina balik bertanya. Chiarina tidak menyadari keberadaan Chiron disana, 'apa dia mendengar percakapan kami yang membicarakan dirinya?' tanya Chia dalam benaknya. "Tertarik? Apa maksud Chia?" "Maksudku, mereka adalah nona bangsawan yang cantik dan sebentar lagi kamu juga akan menjadi bangsawan, mungkin saja kamu tertarik dengan salah satu nona disana." "Tidak! Aku tidak tertarik pada siapapun. Bagiku Chiarina-lah yang tercantik. Aku hanya akan melihat Chiarina seorang." Chiron buru-buru menyangkalnya setelah mengerti maksud Chiarina. Anehnya setelah mengatakan itu ekspresi Chiron terlihat sangat muram. Chiarina tidak merasa dia melakukan kesalahan, dia hanya bertanya tentang pertanyaan yang sudah jelas akan Chiron dapatkan. Chiarina yakin setelah Chiron beranjak dewasa nanti, banyak gadis yang akan jatuh hati dan mengejar-ngejarnya. Chiarina tertawa kecil mendengar jawaban Chiron, awalnya dia pikir itu karena Chiron masih kecil dan belum terbiasa dengan kehidupan bangsawan dan belum pernah berhubungan dengan seorang gadis lain seumuran dengannya. "Baiklah, Chiron juga akan menjadi satu-satunya yang aku lihat selama aku menjadi satu-satunya untuk Chiron. Jadi jika Chiron jatuh cinta pada gadis lain, Chiron harus mengatakannya padaku ya!" Chiron menggerutu, "itu tidak mungkin terjadi, selamanya aku hanya akan menyukai Chiarina!" "Ya, ya, ya. Aku tahu." Chiarina tertawa, dia merasa ucapan Chiron lucu, dan tidak lain hanya ucapan anak kecil yang tidak berarti apa-apa. Melihat tawa Chia, Chiron merasa jika Chia menganggap ucapannya hanya sebuah lelucon. Chiron menatap Chia dengan lekat dengan wajah seriusnya sampai Chia berhenti tertawa. "Ada apa?" tanya Chia. "Chia tahu kan, apa yang aku katakan benar-benar serius. Aku tidak bercanda saat mengatakan Chia adalah satu-satunya bagiku." "Ah... Yah.... Mm... Aku tahu. Aku... Juga, Chiron satu-satunya juga untukku." balas Chiarina ragu-ragu, tiba-tiba dia memiliki perasaan tidak enak di hatinya, dia merasa jika dia akan menyesali ucapan dan sikapnya yang menganggap remeh perkataan Chiron dan menjawabnya dengan enteng. Yah, tidak ada yang tahu bagaimana masa depan. To Be Continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN