Kematian Lagi?

1078 Kata

Danar berusaha bangun pagi itu, tapi kakinya semakin tak bisa digerakkan. Dia meraih interkom yang selalu ada di dekat tangan kirinya. Menekannya. Tak selang lama, Bayu masuk dengan tergesa. “Tuan?” tanya khawatir melihat raut kesakitan Danar. “Kakiku ....” Danar mencoba menggerakkannya tapi tak bisa. Bayu tanggap apa yang terjadi. Dia meraih telepon di nakas dan menekan tombol darurat. “Siapkan ambulans, Tuan dalam keadaan gawat!” perintahnya cepat. Tak lama, brankar berderak sepanjang lorong, pintu terbuka dengan lebar, paramedis yang memang berjaga di klinik keluarga di rumah, masuk dan langsung mengangkat Danar ke atas brankar. Memastikan semuanya aman, mereka mendorong brankar ke luar menuju ambulans. “Dewi, susul aku ke rumah sakit!” kata Bayu setelah ambulans keluar dari g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN