“Lihat, Vel!” Mami angkat tinggi-tinggi k****t micro yang gue yakin nggak bakal menutup anuannya cewek. Mata gue membelalak. Mami kelewatan, murid Ustad Mansyur jadi lihat yang nggak-nggak nih! Mami masih ngoceh sambil obrak-abrik isi kopernya yang berjumlah enam. Seingat gue mami berangkat cuma bawa satu koper, ini lima koper punya siapa? “Mi, koper-koper ini punya siapa?” Gue terlanjur kepo makanya bertanya. “Satu ini isinya buat Gege dan Ratu.” Mami menunjuk koper yang lagi dia bongkar. “Ini buat Rai dan Diara.” Telunjuk mami pindah ke koper di depannya. “Itu buat kamu.” Koper belakang gue kena acungan mami. “Yang di sebelah kamu buat Fatih.” Gue lirik koper pink sebelah gue yang ada gambar rusanya. Gue berdecak, mami minta banget ribut sama Gege yang pantang kasih pink-pink ke boca

