29 Wenny Kharisma

1034 Kata

Kepalaku terasa pusing, sepertinya ini akibat aku menangis. Terlalu lelah menangis aku sampai pindah ke tempat tidur dan masuk ke alam mimpi begitu saja. Bagun pagi Gilang sudah tidak ada di sebelahku. Aku hanya menemukan sebuah chat di ponselku. Dari Gilang, dia mengatakan bahwa dia harus ke rumah produksi pagi-pagi. Saat melihat ke atas nakas tempat tidur aku menemukan semangkuk bubur ayam dan teh hangat. Sepertinya Gilang baru saja pergi, karena asap dari teh masih terlihat olehku. Ponselku berdering saat aku saja masih berusaha untuk duduk di atas tempat tidur. Tertera nama Wika di layar ponsel. Aku tahu, anak ini pasti akan menjadi reporter dadakan. Ibu pasti cerita soal kedatangan Febriko kemarin. Aku mengabaikan panggilan Wika, tidak ingin membahas masalah kemarin dulu. Aku saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN