Pagi-pagi aku sudah berada di kampus. Aku ada jadwal mengajar hingga siang nanti. Baru kemudian aku akan melihat rumah produksi sebentar. "Pak Gilang ..." Kinan berdiri di depan mejaku. Aku melihatnya dengan heran, seingatku kami tidak ada jadwal bersama hari ini. Tidak ada juga hal penting yang harus dibicarakan bersama. "Ada apa, Bu Kinan?" tanyaku yang meletakkan penaku. Makalah mahasiswaku masih banyak yang harus aku periksa. Sebentar lagi ujian tengah semester akan berlangsung, aku juga harus mengadakan kuis untuk nilai tambahan mahasiswa. "Saya ingin bicara sebentar dengan Pak Gilang," ujar Kinan. Aku menatap Kinan yang terlihat tidak bisa lagi menunda hal yang ingin dia bicarakan. "Katakan saja," kataku. Kinan melihat ke sekitar kami, ada banyak dosen yang masih menunggu jam m

