31 Wenny Kharisma

1015 Kata

"Kamu kenapa, Wen?" Gilang bertanya saat aku masih berada di balik selimut. Rasanya kepalaku pusing dan pagi hari selalu merasa dingin. "Pusing, Mas," gumamku. Aku duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memijat pelan pelipisku. Gilang yang sedang mengancingkan tangan kemejanya menatapku. Dia terlihat khawatir, karena sejak beberapa hari ini aku merasa lemas dan mudah lelah. "Tidak apa-apa Mas tinggal? Atau Mas ..." "Nggak papa." Aku memotong cepat ucapan Gilang, tahu dia akan membolos bekerja. Dia punya tanggung jawab moral yang besar sebagai dosen. Gilang mendekat padaku, dia mengusap pelan kepalaku. "Istirahat, Mas akan segera pulang. Kebetulan hanya dua kelas," jelasnya yang aku jawab dengan anggukkan. Aku kembali berbaring di tempat tidur, Gilang menyelimutiku. Dia mencium d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN