BAB 15

1198 Kata

Roy masuk ke dalam kamar miliknya di mana Septi sudah menunggu dengan pakaian dinas yang sengaja ia siapkan. Septi ingin melayani pria yang sebentar lagi menjadi suaminya dengan sebaik mungkin, agar Roy tidak berpaling darinya. “Sayang, kok lama sih?” tanya Septi dengan suar mendayu tangannya melingkar pada leher sang pria. Namun, Roy melepaskan tangan Septi lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur. Septi sedikit kecewa dengan sikap Roy yang mendadak cuek. “Kamu kenapa?” “Maaf sayang, pekerjaan yang baru saja ku selesaikan membuatku sangat lelah. Lebih baik kita tidur, karena besok aku harus menghadiri rapat,” tukas Roy dengan mata tertutup, bahkan ia membalikkan tubuhnya membelakangi Septi. Septi menarik bantal pada kepala Roy dan membuangnya ke sembarang arah. Wanita itu sangat ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN