Bab 16

1365 Kata

Selama dalam perjalanan Roy dan Septi lebih banyak diam, lebih tepatnya Roy yang jarang merespon ucapan Septi. “Kamu pernah lihat suaminya Metha gak, Sayang?” tanya Septi tiba-tiba setelah sejak tadi ia memilih diam. “Pernah,” jawab Roy singkat. “Sepertinya semalam suaminya datang deh, tapi bukannya Bik Ijah bilangnya kalau suami Metha kabur ya, gak bertanggung jawab.” Septi mengetuk-ngetukkan jemarinya pada dagu, seolah pembahasan yang amat penting. “Kenapa kamu bisa bilang seperti itu?” Roy mulai penasaran, ia ingin tahu apa maksud dari ucapan kekasihnya itu. “Soalnya semalam aku lihat bekas merah-merah di lehernya, padahal waktu sore aku yakin gak ada loh. Apa dia semalam w*****k sama suaminya secara sembunyi-sembunyi ya?” ungkap Septi dengan kekehan kecil. Ckittt!!! Roy menginj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN