Roy beranjak menuju kamarnya di lantai atas meninggalkan Septi yang menunggu di ruang tamu sembari menikmati camilan buatan Metha. Tidak berselang lama, bel pintu berbunyi. "Mbak….Mabk Metha.." Septi berteriak memanggil nama Metha yang masih berkutat di dapur. Metha segera mengeringkan tangannya, ia melangkah dengan tergesa untuk menghampiri Septi. "Iya Non, ada apa?" tanyanya dengan sopan. "Tuh bel pintu bunyi, pasti temen-temen Roy sudah datang. Bukain gih pintunya!" Titah Septi dengan pandangan yang tetap fokus pada layar datar di depannya. Metha hanya bisa menghela nafas lalu pergi menuju pintu utama. Suara bel masih terdengar dari luar, membuat Metha semakin mempercepat langkahnya. Ceklek! "Selamat datang," ucap Metha dengan senyum ramah. Senyumnya semakin merekah saat meliha

