"Hanya karena bertemu dengan seorang gadis, kau berani melarang aku?!" tanya Anjani sembari menatap ke arah Pak Jarwo dengan tatapan tajam. Pria paruh baya itu menelan ludahnya kasar, dan ia sungguh merasa ketakutan teramat sangat pada saat itu. Tapi, sebagai seorang ayah, ia juga harus melindungi putrinya bagaimanapun caranya. "Bapak tidak bermaksud menghalang-halangi hubungan kalian, dan bapak tidak bermaksud untuk melarang segala tindakan yang hendak kamu lakukan. Tapi bapak yakin, keluarga mereka tak akan membiarkan Aji terperangkap dan jatuh ke pelukanmu, nak. Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik, bapak tidak ingin hal buruk terjadi kepadamu." ucap pria itu dengan jujur. Anjani terdiam untuk beberapa saat, tapi setelahnya ia bangkit dari duduknya dan tampaknya pergi ke suatu arah.

