"Zia ya ampun sayang kamu dari mana aja nak?!" Rahma menarik Zia kedalam pelukannya, memeluk gadis beraroma asap kendaraan itu dengan erat dengan jantung yang berdegub kencang sarat akan kekhawatiran. Reza turut mendekati Zia, mengusap kepala Zia yang masih dipeluk Rahma lalu ikut merengkuh Rahma dan Zia dalam pelukannya. Kenzo menatap mereka dalam diam, ia menyandarkan tubuh besarnya dipintu sambil bersedekap, bisa ia lihat seberapa sayangnya Ayah dan Bundanya pada Zia. "Zia tadi sore mau jalan jalan tapi nyasar," Jelas Zia setelah pelukan erat Rahma dan Reza terlepas. "Yaampun sayang, pasti kamu lapar kan belum makan?" Zia mencebikkan bibirnya, "Tadi Zia mung--Hmmpptth" Rahma dan Reza menatap Kenzo yang tiba tiba membekap mulut Zia, pemuda itu menyengir congkak. "Zia mandi dulu aja

