Tok tok tok "Zia? Boleh Bunda masuk, nak?" Zia menghapus air matanya dengan cepat, dengan sedikit berlari ia segera masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, "Boleh Bun," teriaknya kemudian. Pintu terbuka, dan Rahma masuk. Saat itu juga Zia berbalik dan berpura pura mengambil handuk yang tergantung dibelakang pintu kamar mandi. "Ada apa Bun?" Rahma terdiam memandangi Zia, ia rasa tadi ia mendengar suara isak tangis, tapi sepertinya Zia baik baik saja. Tidak ada yang salah. "Turun yuk, makan malam udah siap," "Ayokk," Zia menarik tangan Rahma antusias, senyumannya mengembang lebar sambil sesekali berceloteh mengenai kegiatannya seharian tadi, minus pertengkarannya dengan Kenzo. "Waahh ada ayam kecap kesukaannya Ziaa," Rahma terkekeh lalu mengacak rambut Zia gemas, wanita itu berj

