Zia menggigiti ujung pulpennya dengan gelisah, matanya melirik kearah tiga orang temannya termasuk Naira yang tengah duduk melingkar dengan fokus menulis dan mengetik sesuatu di laptopnya masing masing. "Zi, Bab tiga udah lo selesain belum?" Zia mengerjab kaget, mata bulatnya menatap nanar kearah seorang pemuda yang duduk disamping Naira. "Hah apa?" Naira mendongak menatap Zia dengan alis yang berkerut, tak biasanya Zia terlihat tidak fokus seperti saat ini. "Bab tiga udah selesai?" Ulang pemuda itu. Zia mengangguk, mendorong laptopnya mendekat kearah pemuda tadi, "Udah Zia selesain kok, coba Dio cek," Pemuda yang Zia panggil Dio itu mengangguk kecil, mengambil alih laptop berukuran kecil berwarna pink itu keatas pangkuannya lalu mulai memeriksa hasil kerja Zia, setelah beberapa lam

