Ini sudah memasuki hari ke tiga Kenzo mengambil cuti dari kampusnya, tubuhnya masih terasa lemas dan terkadang rasa pusing masih datang menghantam kepalanya membuatnya mau tak mau harus benar benar istirahat total di rumah. Zia juga sering mengunjunginya, untuk sekedar mengantarkan makanan sekaligus memantau perkembangan kesehatannya membuatnya terkadang merasa sangat di cintai. Gadis itu hanya bisa menginap satu hari saat itu, karena Ayah Farel sedang pergi ke Bali untuk suatu urusan dan Bunda Rena hanya sendirian dirumah. Kenzo merenggangkan otot otot tubuhnya, matanya terbuka dan langsung dihadapkan dengan cahaya matahari dari jendela membuatnya mengerjabkan mata berkali kali. Setelah berhasil menyesuaikan cahaya, ia menatap sekeliling kamarnya, masih berantakan, itu artinya Zia belum

