Christ tersenyum geli melihat perubahan ekspresi Zia ketika membaca novel fantasi yang ia sarankan. Setiap beberapa menit sekali ekspresi gadis itu berubah ubah, dari senang menjadi sedih, lalu kagum dan sinis membuat perutnya terasa tergelitik. Christ juga sadar jika sedari tadi Kenzo tak luput menatap gerak geriknya, dapat ia rasakan tatapan Kenzo semakin menusuk jika ia melakukan kontak fisik dengan Zia. Semakin memperkuat dugaannya jika Kenzo memang benar benar mencintai Zia. "Om Om, coba tebak kenapa Profesor Harry gak bisa sisiran rambut?" Bisikan Zia mengalihkan perhatiannya, dahi Christ berkerut, ia melirik sampul buku yang dibaca Zia, detik berikutnya ia paham bahwa Zia tengah membicarakan salah satu tokoh dalam cerita tersebut. "Uhmm karena profesor Harry terlalu sibuk sama p

