"Aku rindu banget sama kamu, Ya'," Dengan jantung yang masih berdegub kencang, Zia menyamankan posisinya dalam dekapan Kenzo, ia mulai merasa sedikit lebih tenang sekarang. Mereka duduk bersandar dibalik batu karang besar itu, meresapi detakan jantung yang sama sama berpacu cepat. Hening, hanya suara deburan ombak dan desiran angin yang menemani mereka, Zia menyandarkan kepalanya di d**a Kenzo, mendengarkan detak jantung Kenzo yang seirama dengan miliknya, terasa sangat kencang menggedor rongga d**a bidang itu. Ia rindu momen seperti ini, dimana ia bisa sedekat ini dengan Kenzo, ia amat sangat merindukan segala hal tentang pemuda disampingnya ini. "Waktu itu, kamu salah paham, Ya'," Zia mengangguk dalam dekapan Zo, "Zia tau," lirihnya tanpa mengubah posisinya. "Maaf," "Zia yang mint

