Luka yang Menyisakan Dua Nama

1105 Kata

“Abim…” “Arju…” Dua bocah remaja itu berdiri saling berhadapan. Wajah mereka serupa, pakaian mereka pun serupa, seolah cermin yang dipaksa pecah menjadi dua. Tatapan mereka bergetar, dipenuhi tangis yang tak terbendung. Tangan keduanya perlahan terulur, berusaha saling meraih. Namun sebelum sempat bertaut, sebuah tarikan memutus harapan. Abim ditarik oleh seorang lelaki dewasa di satu sisi, sementara Arju ditarik seorang perempuan di sisi lain. Lengkingan hati mereka pecah bersamaan ketika genggaman itu lepas, meninggalkan udara penuh isakan dan mata yang basah. Hari itu, bukan hanya tubuh mereka yang dipisahkan, tapi juga dunia mereka. Terlempar jauh berjuta kilometer sejak perceraian orang tua memutus tali rumah. Tahun berganti tahun, jarak itu tetap kokoh, dan keduanya tumbuh tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN