Tak Pernah Benar-Benar Sama

1101 Kata

“Barusan kamu bilang apa?!” Suara Arju terdengar berat, penuh penekanan. Rahangnya mengeras, wajahnya menegang seakan menahan badai yang siap pecah. Tangannya mencengkeram lengan Artika begitu kuat hingga perempuan itu bisa merasakan detaknya bergetar di kulitnya. Artika terdiam. Lidahnya kelu, seakan ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya. Namun di balik matanya, kepingan-kepingan ingatan meledak begitu saja. Kilatan cahaya menyambar. Semua terjadi begitu cepat. Asap pekat memenuhi sebuah ruangan yang dindingnya dipenuhi botol kaca berisi cairan berwarna, alat-alat baja yang berjatuhan, dan suara alarm meraung meraung tak terkendali. Dentuman keras itu mengguncang telinganya, menghantam tubuhnya hingga ia terhempas ke lantai dingin berlapis serpihan kaca. Gelap. Saat kembali sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN