Richard masih terengah-engah saat menyentak tubuh Olivia hingga berada diatas tubuhnya dan menciuminya membabi buta. Dia baru saja menikmati pelepasannya setelah mulut manis Olivia mencumbu miliknya. Siang ini adalah siang terpanas dalam hidupnya. Dia sudah tiga kali mencapai puncak sedangkan Olivia hanya merasakannya sekali. Belum lagi pakaian Olivia yang masih utuh. Ya, siang ini Olivia memang lebih banyak bertindak dibandingkan Richard. Pada akhirnya mereka kembali kerumah untuk menuntaskan gairah Richard. Sepanjang jalan Richard tidak berhenti merutuki sikap Olivia yang menjengkelkan. “Lagi?” bibir bengkak Olivia yang memerah dan juga seksi bertanya nakal. Richard tersenyum miring, “No, thanks.” Dikecupnya bibir Olivia sekali lalu mengambil segelas air dari meja kayu disamping ranja

