“Mami, Papi ... Cilla izin tinggal di apartemen lagi, ya?” “Mau tidur di sana malam ini,” sambungnya. Papi Cilla menatap putrinya yang merangkul manja lengan sang mami. Keduanya sedang duduk di ruang keluarga dan mendapati putrinya sudah menjadi orang ketiga. Cilla mengambil duduk di tengah, seolah memisahkan kemesraan orangtuanya. “Kakak nggak bisa rangkul mami dari sebelah sana?” Cilla mengulum senyum dan menggeleng cepat. “Sengaja. Biar mami sama papi mesraannya ditahan dulu.” Mami Cilla tertawa kecil melihat lelaki itu mengembuskan napas berat dan memperlihatkan raut kesal yang begitu kentara. Sebab, ia baru pulang dari perjalanan luar kota dua jam lalu. Tepatnya magrib tadi dan sekarang adalah kesempatan yang bagus untuk bermesraan dengan istrinya. Sayangnya, anakn

