“Ini untuk Jo ... Hadiah dari Cilla. Semoga Jo suka, ya ...” “Miniatur action figure?!” Cilla mengangguk semangat. “Jo suka sama karakter yang ada di Naruto. Jadi, Cilla pergi sama Mami untuk beli ini. Kalau karakternya kurang lengkap, maafin Cilla ya, Jo ... terus, kalau Jo nggak suka, disimpan aja, tapi jangan dibuang. Nanti Cilla sedih,” ungkapnya dengan polosnya membuat Mama Jo tertawa kecil. Wanita itu menangkup pipi kanan Cilla dan mencium puncak kepalanya. “Terima kasih, Cilla ... Jo pasti suka hadiahnya dan dia akan pajang di meja belajarnya,” balasnya menghadirkan senyum dari anak perempuan itu. Jonathan—anak lelaki—tampan itu mengerjap dan untuk kali pertamanya, Cilla bisa melihat senyum semringah dari anak berusia enam tahun itu. “Terima kasih Cilla untuk hadiahnya. Aku suk

