Cilla berlari cepat, keluar dari kamar yang ditempati Judith dan menyingkir di samping pintu. Perempuan itu menyeringai, menghitung mundur dan di hitungan kelima, pekikan Judith menggema sampai membuat Jonathan terduduk dari tidurnya di sofa. Pria itu hampir terjungkal, jika saja tidak menahan pada sandaran sofa dan menegakkan tubuhnya dengan tegap. BRUK! “Yes! Berhasil!” pekik Cilla tertahan, tidak ingin sampai membuat Judith mendengarnya. Teriakan dan erangan perempuan itu semakin membuat Cilla memenangkan sebuah balas dendam yang ia mulai. “Cilla?” Perempuan itu mengerjap dan baru menyadari Jonathan sudah terbangun. Ia diam, membiarkan Jonathan tergesa mendekatinya, terlebih pintu yang setengah terbuka. Tapi Cilla segera menahan pria yang menyisakan sedikit kantu

