Meisya tertunduk lesu, pikirannya terus gelisah memikirkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Meisya mencoba menghitung mundur, mengingat-ingat kapan terakhir kali ia mendapatkan tamu bulanannya. Tapi rupanya hal itu justru membuat Meisya semakin dilanda rasa gelisah, hari ini tepat satu bulan setelah ia mengalami masa menstruasi, tapi hingga saat ini ia masih belum mendapatkan tamu bulanannya. "Tidak.. tidak.. ini pasti hanya masalah telat datang bulan biasa, bukan hamil." Meisya kini menggigiti kuku jarinya pertanda berbagai pemikiran buruk mulai melintasi benaknya. Lagi pula, setahu Meisya aktivitas yang terlalu padat dan juga stress, besar kemungkinan bisa menghambat proses kehamilan seseorang. Jadi sebisa mungkin Meisya meyakinkan dirinya sendiri bahwa rencana Ando untuk mem

