Dasha terkagum-kagum dengan desain penthouse milik Bara itu. Kakaknya melangkah, dengan mata yang masih mengurai model penthouse ini. Dia berdecak kagum, jika dia menjadikan Bara sebagai kekasihnya, pasti setiap keinginannya akan terkabulkan. "Ada apa kau datang ke sini?" Suara itu muncul dengan tiba-tiba, membuat Dasha yang mendengarnya terkaget-kaget. Dia menengok, melihat Bara yang datang dengan memegang secangkir kopi di tangannya. Pria itu tampak mengenakan singlet juga celana panjang saja. Dasha menatap dalam ke arah otot tangannya yang sangat bagus dan memuji nya di dalam hati. "Hey, bos mu ini sedang bertanya." Dasha langsung tersadar dari lamunannya. Dia jadi kikuk sendiri saat ini, apalagi dia tadi sempat memperhatikan otot tangan pria itu. Astaga, betapa tak sopanny

