Di Dalam Pesawat, Ribuan Kaki Di Atas Tanah. 14:07 WIB. “Ares benar-benar sinting,” ucapku berbisik pelan. “Aku tahu.” Fatma menyetujui. Kucondongkan kepalaku ke arahnya. “Bisa-bisanya dia membiarkan Darla ikut bersama kita? Dan Darla bahkan mengira kita akan menjalani liburan?” “Aku sama terkejutnya denganmu saat Ares memberitahuku Darla akan ikut bersama kita.” “Mengapa pula kau membiarkannya, Fat? Kau malah ikut-ikutan tak memberitahuku soal ini lebih cepat.” Kepala Fatma bergerak menjauh, seakan dia butuh jarak tertentu untuk dapat membalas tatapanku. “Aku tak membiarkan itu begitu saja, jangan menuduh yang macam-macam. Aku sudah bilang pada temanmu kau takkan suka kalau Darla ikut, tapi Ares tetap memaksa dan memintaku berjanji tak membe

