Jakarta. 06:39 WIB. Aku terbangun dari tidur, menyadari bahwa hari telah berganti. Kurasakan persendianku pegal dan rasa kantukku belum sepenuhnya hilang. Akibat mendapat mimpi yang menggelisahkan, tidurku yang berlangsung semalaman tak sepenuhnya mampu mengenyahkan rasa lelah yang kurasakan. Semalam, pembicaraanku dengan Kania berlangsung cukup lancar, meski aku jelas mendengar nada sendu dari Kania setelah aku mengungkapkan tak akan bisa menemuinya dalam jangka waktu tertentu. Aku tak langsung memberitahunya untuk mengakhiri hubungan kami. Tentu saja, aku tak punya keberanian untuk bertindak sejauh itu. Belum sejauh itu. Sebagai alasan pengganti, aku hanya beralasan akan pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaan selama beberapa minggu, bukan sebuah keboh

