33. Yang Tertutup dan Tersembunyi

1513 Kata

Jakarta. 15:17 WIB.       Ketika Fred akhirnya menelepon lagi, memberitahu bahwa ia sudah sampai di depan gerbang rumah Kania, aku merasa seolah telah selesai menjalani liburan singkat. Kini kusadari bahwa kunjungan ke rumah Kania ternyata bukan hanya sebagai pengalih perhatian, tetapi juga sebagai waktu istirahat sebelum aku harus kembali menyelami masalah pelik mengenai tragedi kematian Dimas dan iblis yang meneror hidupku.       Tentu, menghabiskan waktu seharian bersama keluarga Kania adalah hal yang menyenangkan. Kania memiliki kehidupan yang normal---jika fakta dia menjadi janda dalam usia muda dapat dikesampingkan---dan aku nyaman untuk terhanyut lebih dalam jika diizinkan. Nyaris merasa hidupku yang tengah jungkir balik ke sembarang arah akhirnya menemukan pijakan yang pas. Kea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN