34. Identitas Sang Hantu

1302 Kata

Jakarta. 16:55 WIB.       Di sana, berdiri pada anak tangga teratas, seorang pria berwajah pucat---sosok yang sama dengan pria yang kulihat kemarin---menatapku penuh amarah. Lagi.       Kengerian yang melanda sekujur tubuhku semakin bertambah saat mengenali siapa sosok pria itu sebenarnya.       Kenangan tentang pertemuan dengan Kania tadi siang masih hangat diingatan, saat Kania berkata bahwa lelaki yang pernah menikahinya telah meninggal. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi lebih dari satu tahun yang lalu merenggut nyawa mendiang suaminya seketika itu juga.       Namun, dengan kengerian yang perlahan menguasaiku, aku melihat pria itu ada di sana sekarang. Begitu nyata terlihat, berdiri pada anak tangga teratas, menatapku dengan sorot kebencian yang meluap-luap dari kedua mata hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN