42. Turunnya Restu Sang Ibu

1409 Kata

Jakarta. 13:49 WIB       Saat berjalan pulang mataku tertumbuk pada rumah yang tampak sepi seakan tak berpenghuni, padahal aku tahu bahwa kini banyak orang yang tinggal di dalamnya. Dilihat luar, rumah itu memiliki aura suram yang sama ketika hanya aku dan Fred yang mendiaminya.       Sekembalinya dari supermarket, kubawa semua bahan-bahan yang telah dibeli ke dapur. Bersamaan dengan itu kusaksikan Fred keluar dari kamarnya dengan setelan pakaian kerja yang lengkap. Ketika aku bertanya akan ke mana dia, Fred menjawab bahwa akan mengurus beberapa pekerjaan dan berdiskusi dengan Gery soal pekerjaan selama kami tak ada di Jakarta karena rencana kepergian esok hari.       Fred juga dengan sangat baik memberiku libur lagi dari pekerjaan hari ini, berkata bahwa semua pekerjaanku akan dia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN