Devil Ring : Penggerebekan

1556 Kata
Aaron beberapa kali menutup matanya, mengusap wajahnya kasar, mamalingkan wajahnya. menunduk setiap kali pukulan di layangkan petarungnya pada wanita yang kini tengah berada di atas ring di hadapannya itu. “aahh…” Ia tak senang seperti seharusnya, karena petarungnya yang membawa namanya untuk taruhan malam ini telah semakin dekat untuknya membawakan sebuah kemenangan untuknya. “hahh..ahhh..” Napas Queeny yang telah berulang kali mendapat pukulan di perut dan bagian tubuh lainnya. Suara erangan terdengar begitu manyakitkan di telinga Aaron. Darah dari mulutnya kini jatuh bersama salivanya. Queeny benar-benar akan habis dan mungkin jatuh tak sadarkan diri jika pertarungan itu tak segera di hentikan. BUKKKKKK “aahhhh..NO!!” Aaron mengerang, matanya berkaca tak kuasa saat melihat Queeny yang baru saja di banting sampai matanya terpejam dan tubuhnya yang sudah seperti tak bisa bergerak apalagi untuk bangkit dan melawan kembali. Ia meringkuk di lantai ring itu terkapar tak berdaya. “5… 4… 3… 2… 1..” Semua orang bersama-sama menghitung mundur sisa waktu yang di butuhkan Queeny untuk bangun sebelum dirinya di nayatakan kalah dalam pertarungannya malam ini. Ting ting ting Pertandingan dinyatakan berakhir. “kita menang!” Begitu teriak petarung Aaron yang berhasil meng- K.O Queeny a.k.a Don Lee. Tangannya di angkat ke udara oleh sang wasit, ia kemudian tersenyum dengan sangat bangga. Aaron langsung menerobos masuk kedalam ring. Tangan sang petarung itu di rentangkannya bermaksud memberikan pelukan atas kemenangan mereka, tapi tanpa di duga Aaron menepis tangan itu dan langsung merengkuh tubuh Queeny yang tak sadarkan diri itu. “Queeny.. Qu… bangunn!! Qu!” Aaron berusaha membangunkan Queeny yang masih memejamkan matanya, terkulai lemah di sana. Semua orang menatapnya heran. Begitupun si wali kota yang kalah dalam pertaruhannya malam ini dengan memilih Don Lee sebagai petarungnya, hanya demi memenuhi rasa penasarannya soal hubungan Don Lee dengan CEO perusahaan itu. taruhan sebesar 100 juta dolarnya harus rela di serahkannya pada Aaron. Tapi menurutnya itu tak sia-sia, karena rasa penasarannya terbayar sudah dengan akhirnya si wali kota tahu bahwa Don Lee rupanya sosok yang cukup berharga untuk Aaron, hingga kemenangannya kini malah di acuhkannya dan justru di sibukan dengan petarung yang telah di K.O di atas ring. “hey kita menang, kenapa kau pedulikan dia..” Ucap si petarung yang telah memenangkan pertarungan untuk taruhannya. “kau memenangkan taruhan malam ini, bukankah seharusnya kau senang bisa mendapatkan 100 juta dolar? Meskipun aku tahu nilai itu terlalu kecil untukmu tapi-“ “diam kau!” Ucap Aaron dingin pada si wali kota yang kini tengah berjalan menghampiri dirinya. “hahhh…benar apa kata adikmu kau itu sungguh aneh, ada banyak wanita yang jauh lebih cantic di luar sana tapi malah mempedulikan wanita kasar sepert-“ “TUTUP MULUTMU!” Bentak Aaron keras, dengan tangan yang masih mendekap Queeny. “aku tak membutuhkan selembarpun uangmu, gantinya aku hanya ingin kau mundur dari kerja sama yang akan kau lakukan dengan perusahaanku” “hahaha.. itu tak bisa Mr. Schoth… kita sudah sepakat untuk itu..“ Tolaknya sambil tertawa seolah kata-katanya itu hanya dianggapnya di angin belaka. Aaron menunduk ia sangat geram dan sudah cukup kesal di buatnya. “cukup batalkan kerja samanya! kau bisa mencari perusahaan lain dan tak akan ku ambil 100 juta dolarmu itu” Ucap Aaron sambil berdiri. Queeny kini di serahkannya ke dalam pangkuan Jack Lee yang juga menghampirinya, tengah sama menghawatirkan wanita yang telah kalah dalam pertarungannya itu. “kau cukup ambil saja uang itu, meskipun aku sedikit sayang pada 100 juta dolarku. Tapi tak lama lagi aku akan mendapatkan lebih banyak lagi dari kucuran dana otonomi yang nilainya sangat jauuuuh lebih besar hahahahah..” Aaron terheran-heran pada si wali kota itu, ia tampak tak tahu malu sekali kini ia dengan bodohnya mengakui akan menggunakan dana pemerintahan kota di depan semua orang. Aaron mengedarkan pandangannya kesekeliling, tapi anehnya semua orang yang mendengar ucapannya baru saja itu malah tak peduli, atau mungkin semua orang tahu asal semua dana yang di gunakannya itu. Aaron benar-benar tak habis pikir dengan semua orang di tempat ini. “sadarkah kau baru saja mengakui bahwa kau telah melakukan tindak korupsi??” Ucap Aaron sambil mendekat pada si Wali kota tak tahu malu itu. Aaron menatap tua bangka dengan jijik akan tingkahnya yang tebal muka itu. ia kini tengah terkehkeh sambil mengusapi perut buncitnya. “ha ha ha ha.. kau ini naif juga ya..” “uang yang kau pakai itu bukan uangmu.. itu bukan hakmu dan kau menggunakannya untuk gambling seperti ini??” “tak usah sok suci, kau pun pasti pernah menggelapkan uang bukan..ehm dan jika kau tertarik aku bisa melakukan penawaran hebat untukmu, aku bisa membuat uangmu itu lebih banyak di tempat ini.. sepertiku dan semua orang yang terlibat di Devil Ring ini.. menggandakan semua kucuran dana itu agar angkanya jauh lebih besar…bagaimana kau mau.. tenang, aku juga meloloskanmu dari audit pemerintahan..” Ucapnya sambil mengusapkan tangannya di d**a Aaron. Aaron tetap berusaha mengontrol emosinya, ingin meninju wajah menyebalkan di depannya saat ini, namun ia hanya bisa mengepalkan tangannya saja. “kau tahu mungkin aku bisa melacak seri uang yang kau gunakan itu dan membuktikan penggelapan uangmu….kau akan berakhir di bui” Aaron mulai melayangkan ancamannya. Namun ia bersikap tak peduli dan tak takut apalagi gentar mendengar perkataan Aaron. “hahahaha.. BUI??!!! Hahahaha… Pak Hakim.. bisakah aku masuk bui?” Tanyanya sambil berteriak pada seorang pria tua dengan rambut yang sudah beruban dan memutih. Semua orang di ruangan itu tiba-tiba saja tertawa bersama si wali kota ini, mengejek dan mentertawakan perkataan Aaron yang mengancamnya akan memasukannya kedalam bui. “Kalian bisa saja tertawa saat ini…. tapi, ehmm.. cobalah lihat kamera disana” Semua orang langsung melihat kearah yang di maksudkan Aaron. Satu kamera dengan lampu indicator merah tengah me record semua yang terjadi sedari tadi. “kenapa berhenti tertawa?” Tanya Aaron pada semua orang yang sepertinya mulai berubah dan tengah memasang wajah gelisahnya saat ini. Beberapa orang berbadan besar mencoba untuk meraih kamera yang berada di sudut pojok kanan atas dan hebatnya dari angelnya itu, semua yang terjadi terekam dengan sangat jelas. “hey… kalian ingin mematikan kamera itu, hah?? percuma.. kita ini sedang siaran langsung..LIVE!! Kalian sudah tertangkap basah..ah jangan lupa say hay.. (” Semua orang langsung ribut dan kini tengah berburu pintu keluar ruangan ini, mereka cukup tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. penggerebegan. Begitu juga dengan wajah si wali kota yang kini ada di hadapannya tengah ketakutan seperti kucing yang basah kuyup baru tercebur kedalam got yang sangat bau. Sangat-sangat menggelikan di mata Aaron setelah dengan beraninya tadi ia menertawakannya. “dengar, semua yang terjadi disini, transaksi illegal kalian sudah di saksikan oleh semua orang ….aku tak butuh jaksa ataupun hakim agung yang sama busuknya dengan pejabat korup sepertimu.. karena media dan semua mata yang menyaksikan apa yang terjadi malam ini, bisa menjadi hakim yang jauh lebih adil untuk mengadili kalian semua…” Ucap Aaron dengan senyum mengembang. Ia seperti tengah mengumumkan kemenangannya. Pria yang berada di depannya kini tengah uring-uringan, tak bisa diam. “BAWAKAN MOBIL UNTUKKU!! CEPATTT!!! Teriaknya pada salah satu bodyguardnya. Namun itu terlambat karena tak lama kemudian suara sirine mobil polisi datang bersama beberapa wartawan yang sudah siap dengan kamera yang siap merekam, bahkan cahaya kamera sudah terlihat menyilaukan mata mengepung arena Devil Ring. “hay… berterimaksihlah padaku..” Teriak Will dari atas tangga pintu masuk arena pada Aaron. Aaron hanya tersenyum dan melakukan salute dua jari di samping alisnya pada Will. Semua itu memang merupakan ide brilliant adik iparnya. Di detik-detik terakhir pertandingan, ia berkata pada Aaron untuk tetap tenang karena ia memiliki rencana yang cukup untuk membongkar kebusukan orang-orang di Devil Ring itu. dan rupanya itu adalah siaran langsung yang bisa membuat semua orang langsung menyaksikan apa yang terjadi di dalam ring gila ini. dan itu berhasil, berkat bantuan Will kerja samanya batal ia juga bisa sekaligus membekuk para pejabat korup yang suka berjudi di tempat ini. … … “aku titipkan dia padamu..” Ucap Jack Lee sebelum ia juga ikut di ringkus masuk kedalam mobil kepolisian, karena ia jelas terlibat karena ialah orang yang mengelola Devil Ring. Aaron hanya mengangguk sebagai balasnya. Ia berhasil menuntaskan misinya, namun hatinya masih tak bisa tenang, Queeny kini sedang di naikan kedalam mobil ambulans. “aku ikut” “anda?“ “saya walinya” Ucapnya langsung menyusup dan duduk di dalam mobil ambulans yang hampir melaju itu. Aaron menatapi tubuh Queeny yang penuh memar, ia bahkan menggunakan alat bantu untuk bernapasnya saat ini. “dia baik-baik saja bukan?” Tanya Aaron pada petugas yang telah memberikan pertolongan utamanya pada Queeny. “kita akan tahu setelah dokter memeriksanya di rumah sakit nanti, tapi sepertinya ada banyak cedera di tubuhnya..” Kulit bahunya yang berubah jadi ungu ke hujauan, ia tadi sempat mendapat bantingan dan mungkin karena itulah luka memar itu ada disana. “hhhh… kumohon bertahanlah..” Ucap Aaron sambil memegangi tangan Queeny. Ambulans itu cepat membawa Queeny sampai kerumah sakit. ia sudah di dorong kini oleh petugas medis dan segera di bawa ke ruang UGD untuk mendapat penanganan dokter. “hhh…” Aaron terkapar lemas di kursi tunggu. “ehmm.. hallo” “Aaron kau dimana??!!!” Tanya Will dari sambungan telpon. “aku di rumah sakit menemani Qu..” “HEYYY!! Kau.. benar-benar.. aku jadi harus menjadi saksi di kantor kepolisian sendiri saat ini” Aaron terperanjat saat mendengar adik iparnya berada di kepolisian. “KENAPA? KOK BISA???” “tentu bisaaa… kau harus memberikan laporan karena kau berada di sana..ahhh.. mengkin besok polisi juga akan memeriksa dirimu..” “ahh.. begitu.. oh iya besok tangani media.. mungkin beberapa akan melebih-lebihkan beritanya, jadi urusi mereka agar jangan sampai menggangggu jam oprasional perusahaan” Ucap Aaron, “baiklaah.. Queeny bagaimana keadaannya?” Tanya Will, membuat Aaron kembali melirik ke pintu ruang UGD. … … …
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN