“Tchh, lihat mereka...” Kalimat dengan nada yang mencibir itu terlontar dari seseorang yang nampaknya begitu tak suka dengan apa yang kini tengah menjadi pemandangan yang terlihat oleh matanya. “Bukankah ini saat yang tepat untuk menyusun rencana, untuk menghancurkannya selagi ia lengah seperti itu” Usul sang asisten yang nampaknya begitu diterima oleh Jennie, yang tengah terbakar kesal karena melihat Aaron yang begitu bahagia saat ini. Itu terpancar dari matanya yang seolah baru saja mendapat cahaya bintang baru, menemukan sebuah.... kesempatan. “Benar, ini adalah kesempatan bagiku untuk membuatnya hancur, di tengah-tengah semua bahagianya itu...” “Haruskah kumulai dari wanita itu? Kira-kira akan jadi seperti apa jika ia sampai harus kehilangan orang yang tengah sangat di cinta

