Mata itu nampak terus saja memeriksa wajah yang telah dengan sialnya terkena lemparan sandal dengan cukup keras beberapa saat yang lalu. “Mau sampai kapan kau melihatku seperti itu...” “Pipiku masih ada, wajahku juga masih tampan bukan?” Ucap Aaron begitu pada kekasihnya yang kini jadi menampilkan wajah datarnya. “Wajahmu memang masih tampan, tapi sakitnya itu...” “Bukankah tadi cukup keras? Deph itu hampir akan masuk tim baseball jadi ya...” Queeny yang sadar betul kalau lemparan yang di lakukan Deph itu cukup bahkan sangat keras, benar-benar jadi sangat merasa tak enak pada Aaron. “Ahh, pantas saja...” “Sakit bukan?? Kita periksa dulu rahangmu, aku takut-“ “Hey” Aaron lantas menghentikan reaksi Queeny yang nampaknya sangat mengkhawatirkan wajahnya itu, dengan satu kata

