Sementara Aaron dan Queeny tengah saling berbagi peluk bahagianya, sang komisaris yang tak lain adalah ayah dari Aaron sendiri, yang semula berniat ingin menegur Aaron karena mendapat laporan kalau dirinya telah meng-cancel semua jadwalnya hari ini dan memilih untuk pulang langsung hanya bisa terdiam mendengar semua pecakapan putranya dengan kekasihnya itu. Dan seketika terlihat satu sunggingan senyumnya di wajah yang sudah di penuhi oleh kerutan-kerutannya itu. “Dia rupanya benar-benar anakku” “Sikapnya yang seperti itu mengingatkanku akan hubunganku dengan ibunya dulu” Gumamnya, bernostalgia, membawa kembali memori lamanya bersama ibu dari Aaron yang telah tiada. “Apa aku harus mengetuk pintu dan memberitahu mereka anda berada di sini saat ini Pak?” Tanya asisten pribadi Davi

