“Hey, kau ini gila atau kenapa?” “Aku? Hahahah...” “Aku hanya sedang bahagia Deph” Deph yang untuk pertama kalinya melihat Queeny yang tak bisa berhenti tersenyum itu, sampai menyiritkan dahinya, ngeri karena tingkahnya itu. “Bahagiamu itu membuatku takut tahu tidak?” Balas Deph begitu, ia sampai terheran-heran sendiri karena senyum yang terus mengambang di wajah Queeny yang tak berkesudahan itu. “Katakan padaku, kau habis meninju K.O manusia mana? Dia preman kah? Atau kau berhasil menang game tinju di kafe internet sebelah?” Hanya seputaran hal-hal itu saja yang terpikirkan di kepala Deph, yang menurutnya bisa membuat Queeny menggila, dengan senyum yang tak sedetikpun mau hilang di wajahnya, sekembalinya sahabatnya itu pulang ke apartemennya. “Aku...” “Ehm, aku hanya sed

