“Apa yang salah dengannya???” “Ini sudah 2 jam lebih kita semua menunggunya, tapi kenapa Aaron masih belum sadar juga???” Kudengar samar-samar suara yang jelas bisa kutahu betapa kahwatirnya dirinya itu akan kondisiku saat ini. Dan aku tentu tahu siapakah gerangan sosoknya, yang membuatku ingin segera membuka kelopak mataku yang mendadak jadi sangat rapat dan berat untuk kubuka sekarang ini. Hingga... “Aaron...” Ia langsung memanggilku dengan getar suaranya, bahkan kutemukan juga bagaimana matanya yang berkaca-kaca, dengan langkahnya yang langsung menghampiriku dan menghamburkan diri memelukku. “Quu...” Panggilku lirih, dengan suara parauku karena kupaksakan tenggorokanku yang sesunguhnya masih belum siap untuk bersuara, namun ingin segera kupanggilkan dirinya. “Aku di sin

