“Kau akan menyesalinya Aaron...” Balasnya begitu kepadaku dengan semua kekesalan yang jelas bisa kulihat dari wajahnya dan dari bagaimana ia yang membawa langkahnya pergi menginggakjan ruanganku. “Aaron...” “Kau...” “Kau sungguh tak apa berbuat seperti itu kepadanya??” Tanyaku Ququ yang terlihat khawatir atas keputusanku baru saja itu. Tapi mau bagaimana lagi aku benar-benar sudah tak membutuhkannya. Kehadiran Ququ di sampingku sudah lebih dari cukup untukku. “Taka pa...” “Aku akan baik-baik saja sayang...” Ucapku dengan dirinya yang kegenggam tangannya, dan sungguh tak akan pernah ingin kulepas apalagi harus kutukar dengan apapun itu. . . . “Dokter...” “Aaron...” “Bagaimana keadaannya sekarang?” “Apa dia butuh sesuatu?” “Maksudku seperti semacam pengobatan? Ter

