“Aku...” “Aku berjanji akan menjaganya, seperti dirinya yang bersedia menjagaku dari semua kehausanku akan darah...” Ucapku, Aku telah bertekad untuk menjaganya, melindunginya, dan tentu saja inginku untuk bisa membahagiakannya. Entah takdir seperti apa yang bertalian antara diriku dengan dirinya, namun aku bahagia harus saling menjaga satu sama lain dengannya. “Ehm baiklah, akan aku carikan therapis terbaik untuknya...” Balas Will, “Haruskah kita mengeluarkan Ququ dari dunianya yang selalu berkaitan dengan bela dirinya itu?” Aku langsung menatapnya karena ide yang baru saja di ajukannya itu. Berpikir mungkin itu adalah salah satu jalan dimana ia bisa belajar untuk melupakan kenangan pahitnya itu. Tapi di sisi lain bukankah itu sama saja aku membawanya pergi, menghindari atau

