Kupandangi wajahnya yang kini nampak seperti bayi yang begitu polos, suci dari apa yang namanya kesalahan. Siapapun dan mata manapun yang melihatnya tertidur saat ini, tak akan pernah menyangka kalau dirinya telah menanggung beban penderitaan dari masa lalu yang cukup kelam. “Siang sayang...” Sapaku kepada dirinya yang baru saja mau membuka matanya, bangun dari tidurnya. Dan langsung nampak senyum di bibir cantiknya, yang jadi perwakilan atas balas sapaku kepadanya, di hari yang sudah siang ini. “Aku tertidur terlalu lama bukan?” Tanyanya dengan suara serak, juga tangan yang di pakainya untuk mengusap-usap matanya, benar-benar menggemaskan dia itu, percis terlihat seperti anak kecil yang baru bangun dari tidurnya. “Ehm, tidak sayang, kalau kau masih ingin tertidur, tanganku akan d

