Aaron pov “Bantu aku untuk bisa memaafkan diriku, dan lepas dari semua traumaku...” Ungkap Ququ, Refleks aku langsung menahan napasku karena apa yang baru saja diajukannya itu. Meski sesungguhnya itu tak layak dikatakan sebagai sebuah syarat, untuk dirinya bersedia menjadi pendonor tetapku, karena aku sendiripun jelas akan membantunya lepas dari hal yang benar-benar telah begitu menyiksanya selama ini. “Qu...” Aku hanya bisa memanggil namanya, tanpa tahu apa yang bisa kukatakan sebagai balasan atas perkataannya itu. “Aku ingin bisa bahagia, menerima cinta tanpa merasa bersalah, tanpa dikejar-kejar oleh kesalahan yang telah kuperbuat kepadanya hari itu...” “Aku ingin terlepas dari perasaan tak pantas ini...” “.....” Aku terdiam dengan sejuta kata kini. Hatiku teriris menden

