Sudah tiga hari ini, tak pernah Aaron absen mengunjungi gym yang di kelola oleh Queeny. Meski berkali-kali Aaron di suruh berhenti dan di minta untuk tak datang lagi, karena kondisi cedera Queeny pun sudah pulih dengan lebih cepat, tapi Aaron tetap membandal. Sempat dirinya yang sampai di seret keluar dari gedung tempat pusat kebugaran itu pun, ia justru sudah seperti orang yang di tempeli lem perekat pada tempat di mana Queeny selalu berada itu. “Mr. Scoth...” “Ehm?” Jawabnya, Queeny di buat sangat heran sekali dengan pekerja paruh waktunya yang satu ini. Ia pikir bukankah bekerja di perusahaanya, yang hanya tinggal duduk di kursi yang nyaman, ruang kerja yang dingin karena mesin penyejuk ruangan, memiliki banyak asisten, akan jauh lebih baik, dari pada terus membereskan, meng

