“Pikirkan hal itu nanti, aku tahu seiring dengan berjalannya waktu kau bisa menyembuhkan semua luka di hatimu karena adikmu itu...” “Kau akan bisa memaafkannya dengan semua kebaikan di hatimu...” Ucapnya dengan kepala yang di sandarkannya pada dadaku, dan langsung kupeluk dirinya itu. “Ah, kau ini pintar sekali mengobrak-abrik perasaanku, padahal semula aku pikir tak akan mampu memaafkannya, tapi mendengar semua ucapanmu...” “Entahlah sayang, aku masih butuh waktu...” Balasku, pada akhirnya aku hanya bisa menyerahkan semuanya pada waktu. Aku pikir biarlah waktu yang akan menentukan segalanya di depan sana, entah itu aku yang benar bisa memaafkannya atau hanya terus mengabaikannya. “Ehm...” “Kau harus menemui doktermu dulu sayang” Karena insiden bersama Jennie tadi aku sampai

