Author pov Semua mata dari orang-orang yang berada di ruangan pertemuan besar para petinggi perusahaan itu kini di buat terheran-heran karena kehadiran seseorang yang statusnya itu di pertanyakan. “Bisa kita mulai?” Tanya Aaron, memecah suasana yang jelas terasa tengah di landa kebingungan itu. “Ehem, tentu” Moderator pertemuan pagi ini yang tak lain adalah asistennya sendiri sebenarnya cukup di buat tak mengerti dengan tingkah sang CEO yang memilih untuk membawa kekasihnya yang tengah sakit itu ke ruangan rapat penting hari ini. “Mr. Scoth, apa semua akan baik-baik saja dengan kehadiran orang asing di pertemuan penting hari ini?” Salah satu jajaran dewan direksi memberanikan diri untuk bertanya demikan, dan kini semua mata benar-benar langsung menatap si orang asing itu. “D

