bc

Dokter Ajaib

book_age12+
27
IKUTI
1K
BACA
drama
heavy
like
intro-logo
Uraian

Jika kau di beri kesempatan untuk mengulang waktu apa yang akan kau lakukan?

Reno Bagaskara menghabiskan 40 tahun hidupnya menjadi seorang dokter yang tidak kompeten, mencoba megubah status perekonomian keluarganya yang dengan menjadi seorang dokter, namun bakat dan kemampuan yang tidak mempuni hanya menghancurkan hidupnya.

Orang tua yang tidak dia pedulikan karena sibuk mengejar karis?

Istri yang selalu bersabar terhadapnya pun akhirnya meninggalkannya.

Kehidupan kedua seperi apa yang akan Reno jalani jika hidup kedua menghampirinya?

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 Perubahan
“ Bu Rani apa maksudnya nilai ini?” Pak Taufik wali kelas XI 3 memandang heran nilai yang tertera di komputernya. Nilai Bahasa Inggris yang baru saja masuk kedalam komputernya di lihat lagi dengan lebih teliti. “ Apa ada yang salah Pak. “ Bu Rani yang berada di sebelah Pak Taufikpun ikut memperhatikannya nilai yang telah di berikannya Kembali, rasanya betul tidak ada yang salah dengan nilai itu. “ Bagaimana cara Ibu memberikan nilai pada siswa semester ini? “ “ Bu Rani kan sudah di beri tau bahwa terkait pemberian nilai di sekolah kita ini adalah hal yang paling ketat. Bagaimana bisa Bu Rani memberikan hasil penilaian seperti ini kepada saya.” Pak Taufik memandang kesal guru baru di sampingnya itu. SMA Pelita Harapan adalah salah satu sekolah favorit di kota Bandung ini, sekolah ini sangat ketat dalam memberikan Pendidikan dan nilai yang trasparan kepada siswanya. “ Maaf Pak memangnya ada yang salah dengan pemberian nilai Bahasa Inggris saya?” Bu Rani memandang guru seniornya itu dengan bingung. “ Lihat ini, pemberian nilainya salah. Lihat siswa atas nama Reno ini.” Pak Taufik menunjuk-nunjuk nama beserta nilai yang tertera di komputernya. “Ini benar memang seperti itu nilai hasil ujiannya Pak. Saya pun berfikir ada yang aneh melihat bagaimana Reno belajar selama semester ini dengan saya. Tapi ini sudah benar, bahkan saya mengeceknya beberapa kali.” **** “Berhenti mengobrol, singkirkan semua yang ada di atas meja kalian. Kerjakan dengan baik, ini akan menentukan nilai akhir semester kalian. Terutama, jangan samapai bapak menemukan kecurangan dari kalian. Atau kalian akan menyesalinya.” Pak Taufik memandang Reno dangan tajam, memberi peringatan. “ Ada apa dengan semester ini “ Bisik salah satu siswa. “ soal semester ini menjadi sangat sulit.” Bisik siswa lainnya. Reno yang mendapatkan tatapan tajam Pak Taufik tidak memperdulikan hal itu. Reno hanya fokus pada soal matematika di hadapannya, mengerjakan satu persatu dengan teliti. Dalam tes ini aku tidak perlu curang atau apapun. “ Ada apa ini, Bapak tau kau bukan siswa yang cerdas. Tapi kamu berani sekali melakuan hal ini.” “ Jika kamu tidak mencontek bagaimana kamu bisa dapat nilai 100 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, bahkan nilai matematika mu pun 90. Bagamaina bisa siswa yang selalu ada di peringkat terakhir mendapatkan nilai seperti ini.” Pak Taufik membanting hasil nilai ujian di atas meja. “ Pak saya tidak pernah mencontek sama sekali.” Reno membantah dengan tegas. “ Apa? Jadi kamu ingin bilang semua niali ini hasil usaha kamu sendri” Pak Taufik memandang Reno dengan remeh. “ Iya” Penuh keyakinan Reno menjawab. “ Saya mendapatkan semua nilai itu dari hasil belajar. Bapak pun tidak ada bukti kalua saya sudah melakukan kecurangan. Dan saya pun tidak bisa membuktikan bahwa saya tidak curang, jadi saya akan buktikan di semester berikutnya. Jika saya curang saya tidak akan bisa mendapatkan nilai yang baik di semester berikutnya.” “Baiklah! Buktikan. Jika kamu bisa berada di peringkat tengah di dalam kelas, Bapak percaya padamu. Tapi jika peringkatmu berada di bawah, kamu bersiap-siap lah.” Ancam Pak Faruk. “ Baik saya mengerti, terimakah sudah memberi saya kesempatan.” **** “Reno apa ini?” Sukma Ibu Reno berulang kali membolak-balik kertas hasil ujian anaknya dengan pandangan tak percaya. “Ibu sangat hawatir meliahat cara kamu belajar belakangan ini, ibu sangat bangga kamu bisa melakukannya.” Sukma mengusap kepala anaknya yang sudah beranjak remaja itu. Sukma bukannya tidak sadar banyak perubahan pada anaknya beberapa bulan ini, tapi melihat perubahan ini membawa dampak yang positif dia sangat Bahagia. “Maaf ya Bu aku belum bisa mendapatkan halis tes yang lebih baik. Aku janji tes semester depan aku akan mendapatkan nilai sempurna di semua pelajaran.” Sukma memandang anaknya dengan wajah haru. “Mendengar kamu bersemangat sepeti ini saja ibu sudah sangat Bahagia.” Tidak banyak hal yang di inginkan Sukma sebagai seorang ibu tunggal dari dua orang anak, selain meliat kedua ankanya sehat dan Bahagia. Samapai saat ini, hanyalah cerita bagaimana orang-orang terkejut dengan nialaiku yang tiba-tiba berubah. Cerita seperti keajaiban ini membawa dua reksi berbeda. Pak Faruk “ Memangnya anak bodoh dan miskin seperti kamu bisa membuktikan apa.” Di remehkan oleh orang yang seharusnya memberikan dorongan. “Reno, ibu tau kamu pasti bisa melakukannya, kamu pasti bisa melakukan hal yang luar biasa.” Ada pula orang yang mendukung dan menerima perubahanku. Jika ini hidupmu kamu mau bagaimana. Jika itu aku. Senyum itu, aku takakan pernah membuatnya kecewa. Hari pembagian raport semester 2. “Kau, apa yang kau lakukan. Kamu sudah berubah atau sesuatu.” Pak Faruk memandang Reno dengan tak percaya. “ Ya. Seperti yang bapak lihat.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Rise from the Darkness

read
8.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

TERNODA

read
198.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook